Bagai Kedipan Mata

Secantik dan setampan apapun kita 
Seseksi dan segagah apapun tubuh kita 
Sekaya dan setinggi apapun jabatan kita.

Janganlah terlalu berlebih lebihan 
Membaggakan diri dengan kesombongan

Sesungguhnya semua itu akan rusak kelak termakan cacing dan ulat. 
Lihatlah mereka yang lebih dulu terkapar di tanah (kuburan) 
Mereka dulu pernah hidup juga seperti kita.

Entah itu besuk, lusa, atau barangkali sesaat lagi 
Tiba ….giliran kita. 

Gelar yang kita sandangpun sama, almarhum juga.

Kekayaan, jabatan, kecantikan, 
Tak akan lebih lagi bersama kita. 
Semua lenyap …

Yang ada hanya cacing tanah dan ulat yang menggerogoti tubuh kita.

Dan hanya amal kebaikanlah yang 
bisa menyelamatkan kita

Merenung dan berfikirlah saat ini, 
Dimana masih ada waktu yang tersisa 
Semoga disisa umur ini …. 
Kita semua diberi hidayah dan petunjuk Nya .. 
Untuk bebuat kebajikan dan di jauhkan dari fitnah akhir zaman

32 thoughts on “Bagai Kedipan Mata

  1. I feel your thoughts about what you are telling us. You are right my friend. We need to realize that life is short and we should treat people equally and fairly. Thank you for the wisdom shared in this post.

          1. Sya pun tak begitu kenal sama die..kata blogger yang udh prof tu..klo di Adesen bisa dapat uang jajan gitu.

          2. Wah, aku pun kenal-kenal jauh gitu sama si ‘Dia’ Mba, belum dekat. Hehee. Sama kita. 😊 Asyik juga kayaknya yaa. Nulis2 trus dijajanin. Betapa baiknya ia. $$$$$$$

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *